Anda disini:

Apa artinya NITROGEN GENERATION SYSTEMS?

Berkaca dari beberapa kejadian kecelakaan pesawat terbang terutama kecelakaan pesawat yang mengalami explosion baik itu ketika inflight maupun on ground, maka pabrikan pesawat terutama Boeing memperkenalkan sebuah sistem baru yang diaplikasikan kepada pesawat terbang sipil yang diproduksi oleh Boeing. Sistem itu disebut NGS (Nitrogen Generation Systems)

Sebelum membahas lebih jauh mengenai apa itu Nitrogen Generation Systems, mari kita menengok kebelakang mengenai beberapa kecelakaan yang disebabkan oleh ledakan yang terjadi di fuel tank.

1. 11 Mei 1990
Philipine Airlines Flight 143, Boeing 737-300
Beberapa saat setelah pushback, terjadi ledakan hebat yang terjadi di Center Fuel Tank.

2. 17 Juli 1996
Trans World Airlines (TWA) Flight 800, Boeing 747-100
Beberapa menit setelah lepas landas, pesawat jumbo jet tersebut meledak dan jatuh di samudera Atlantik dekat New York, dan menewaskan semua penumpang dan kru pesawat. Banyak asumsi dan investigasi menyatakan bahwa beberapa kemungkinan pesawat tersebut meledak adalah karena serangan teroris (adanya bom di dalam pesawat) atau tertembak rudal oleh tentara Amerika yang sedang latihan. Namun beberapa tahun setelah kejadian, diperoleh final report bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena adanya ledakan di center fuel tank yang dipicu oleh terjadinya short circuit pada salah satu kabel yang menuju fuel tank.

3. 2 Maret 2001
Thai Airways, Boeing 737-400
Terjadi ledakan ketika pesawat tersebut sedang parkir di apron, 27 menit sebelum pesawat tersebut berangkat. Salah satu penumpang yang rencananya akan menaiki pesawat tersebut adalah Perdana Menteri Thailand.

Selengkapnya...

Human factor Analysis

Penyebab kecelakaan pesawat biasanya diakibatkan oleh 3 faktor utama yaitu, faktor teknis, faktor cuaca dan faktor kesalahan manusia (human error). Pada tulisan ini kita hanya akan membahas faktor yang diakibatkan oleh human error atau dalam lingkup yang lebih luas lagi yaitu human factor (Faktor manusia). Berdasarkan beberapa studi dan statistik faktor human error ini adalah faktor penyumbang terbesar dalam kecelakaan, bahkan 2/3 dari rangkaian penyebab kecelakaan pesawat komersial (Wiegman and Shappel, 2009). Karena meningkatnya kecelakaan, sejak tahun 1970, dunia penerbangan mulai fokus pada human factor yaitu bagaimana memahami human decision making process (Proses pengambilan keputusan) dan bagaimana manusia penerbangan bereaksi dan berinteraksi dengan teknologi baru, prosedur dan peraturan keselamatan penerbangan yang terus menerus diperbaharui karena kita dituntut untuk mengambil keputusan yang bebas dari kesalahan (Error-Free Judgement).    

Dari semua unsur yang terlibat dalam suatu aktifitas penerbangan, penerbang memiliki andil human error yang lebih banyak, karena penerbang adalah rangkaian terakhir dari rantai aktifitas penerbangan yang harus mengidentifikasi dan mengoreksi error sebelum berubah menjadi kecelakaan yang fatal. Pada dasarnya human error adalah ‘Poor Human Decision Making’ (Kurang tepat dalam mengambil keputusan)  yang terjadi karena 3 hal:

  1. Incomplete Information (Informasi yang tidak lengkap)
  2. Inaccurate/Irrelevant Information (Informasi yang tidak akurat)
  3. Poor Information Process (Proses informasi yang salah)
Selengkapnya...

CRM in practice

“Penulisan berikut ini tidak dapat menjabarkan CRM secara keseluruhan. Diharapkan dapat memperkenalkan dasar mengenai CRM.”

Saya menemukan materi pelatihan CRM yang tertulis dalam CASR ada di dalam part 121, 135, dan 141.

121.406 Crew Resource Management Training

(a) No air carrier shall assign a person to act as a crew member on any aircraft unless that person has received crew resource management training in accordance with the following: …

135.433 Crew Resource Management Training

No air carrier shall assign a person to act as a crewmember on any aircraft requiring two or more crewmembers, unless that person has received crew resource management training in accordance with the following: ...

Dilatarbelakangi oleh beberapa pengalaman saat bekerja dengan beberapa mitra terbang dalam Multi-Crew Cockpit, membuat penulis ingin membagikan pengalamannya yang mungkin dapat digunakan sebagai pembelajaran.

CRM (Crew Resource Management), adalah penggunaan semua sumber daya yang ada oleh awak pesawat, untuk mencapai misi penerbangan yang Aman dan Efisien, serta mengurangi tingkat kesalahan, mengurangi stres dan meningkatkan Efisiensi.

Bagaimana menghadapi seseorang dengan pengalaman terbang sudah sangat tinggi, lalu bekerja dengan seseorang dengan jam terbang rendah? Bagaimana interaksi dengan rekan kerja sesama seperti dengan kru darat? Dan juga dengan awak kabin? CRM dibuat untuk menjembatani hal tersebut, dengan tujuan untuk mencapai keselamatan penerbangan serta operasional yang efisien.

Selengkapnya...

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com

Pengunjung

Kami memiliki 30 tamu dan tidak ada anggota online

Go to top