Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| RNP (Required Navigation Performance) |
| Ditulis oleh Fadjar Nugroho | |||||||||||||||||
| Minggu, 15 Juni 2008 04:24 | |||||||||||||||||
|
Definisi: “A statement of the navigation performance accuracy necessary for operation within a defined airspace.” Berdasarkan pernyataan Komite ICAO untuk FANS (Future Air Navigation Systems), RNP adalah ketepatan/ akurasi yang dibutuhkan pesawat di permukaan horizontal (baik lateral maupun longitudinal). Jadi pesawat harus tetap berada dalam jarak tertentu terhadap flight path seharusnya.
Dasar RNP: Required Navigation Performance Secara mudah RNP adalah keharusan untuk sebuah pesawat untuk terbang akurat di jalurnya. Kalau ingin dimisalkan, kita bisa membuat contoh RNP adalah lebar jalan yang bisa dilalui sebuah kendaraan. RNP 4 misalnya, bisa dibayangkan sebagai sebuah jalur dengan lebar 4 nm (nautical mile) dari jalur tengah jalan. Jika sebuah kendaraan tidak bisa menjaga arahnya di lebar jalan yang 4 nm dari jalur tengahnya itu maka kendaraan tersebut tidak boleh melintasi jalur tersebut. Untuk bisa menjaga keakuratan navigasi untuk terbang di tengah-tengah jalur RNP, maka pesawat harus mempunyai alat navigasi yang cukup canggih. Alat ini harus menterjemahkan sinyal radio navigasi di darat seperti VOR dan DME, serta alat navigasi di dalam pesawat yang menghitung inersia gerakan pesawat, juga sinyal dari satelit GPS. Semua perhitungan itu akan menghasilkan EPE (Estimate Position Error). Jika nilai EPE kurang dari RNP maka pesawatnya boleh terbang di jalur RNP. Misalnya jalurnya adalah RNP 4 dan EPE menghasilkan 1.5 nm, karena errornya lebih kecil dari persyaratan maka pesawat boleh menerbangi jalur tersebut. Kebalikannya jika nilai EPE lebih besar dari nilai RNP, maka pesawat tidak boleh menerbangi jalur tersebut. Hal ini karena error nya lebih besar dan pesawat tidak bisa menjamin akan tetap berada di dalam jalur RNP tersebut. Pada waktu menjalankan approach maka dibutuhkan RNP yang lebih akurat (jalur yang lebih sempit), biasanya adalah RNP 1. Akurasi RNP ini disebutkan dalam sebuah angka. Misalnya RNP 10, mengharuskan pesawat untuk mempunyai akurasi dalam 10 nm (nautical mile) dari flight path seharusnya, dalam 95% waktu terbang di rute RNP tersebut. RNP yang berlaku pada saat ini:
Dengan RNP ini, efisiensi dari alokasi airway akan lebih baik, karena pesawat berada di jalurnya dengan akurasi yang tinggi dan jarak antar airway dapat dikurangi. Jadi apa sebenarnya perbedaan rute dengan RNP dibandingkan dengan rute konvensional? Pada rute konvensional, pesawat terbang melalui satu perangkat navigasi darat (NDB atau VOR) ke perangkat yang lain. Rute konvensional bergantung pada ketersediaan VOR atau NDB sepanjang rute. Jadi airway/ jalur udara yang tersedia jumlahnya tergantung dari banyaknya perangkat radio navigasi darat yang tersedia. Dengan RNP, dibutuhkan perangkat lain yang dapat “menterjemahkan” posisi tertentu relatif terhadap VOR atau NDB, tanpa harus terbang diatasnya. Jadi untuk memenuhi kebutuhan RNP pesawat harus memiliki komputer RNAV (Area Navigation) yang menghitung posisi tertentu relatif terhadap perangkat navigasi darat. Pesawat yang dilengkapi dengan FMS (Flight Management System) biasanya memiliki kemampuan RNAV. Keuntungan penggunaan RNAV untuk memenuhi kebutuhan RNP antara lain adalah:
RNAV Perangkat RNAV menghitung posisi pesawat dari masukan/input sensor yang ada di pesawat. Input ini dapat berupa:
Batasan Operasional Beberapa batasan dalam penggunaan perangkat RNAV adalah:
Kesalahan yang sering terjadi dalam menggunakan perangkat RNAV: Biarpun komputer RNAV punya ketepatan yang tinggi, ada kemungkinan kesalahan navigasi karena human error:
Penggunaan RNP: Biasanya sepanjang airway diperlukan RNP 4 atau lebih tinggi. Sedangkan RNP 1 biasanya digunakan pada prosedur Standard Instrument Departure (SID) atau Standard Arrival (STAR). Contohnya, rute M772 dari Jakarta ke Hongkong adalah RNP 10. Sedangkan B-RNAV (Basic RNAV) atau RNP 5 adalah akurasi minimum yang diperlukan untuk terbang di Eropa.
Bacaan lengkap tentang RNAV dapat dilihat di Jeppesen teks bagian ATC, bagian Departure, Arrival, Enroute dan halaman 551 (edisi 23 May 2008). Kebutuhan RNP di masing-masing negara juga dapat dilihat di Jeppesen teks di bawah judul negara yang dimaksud.
|
|||||||||||||||||
| Terakhir Diperbaharui Kamis, 01 April 2010 11:29 |