Ramadhan Karim
Selamat menunaikan ibadah puasa |
| VFR minimum safe altitude |
| Ditulis oleh Admin | |
| Kamis, 04 Februari 2010 14:11 | |
|
Alkisah ada sebuah legenda yang tidak terlalu terkenal di sebuah kerajaan antah berantah jaman dahulu. Ceritanya tentang seorang calon ksatria kerajaan yang belajar terbang. Sayang karena dia tidak mempunyai kemampuan seperti Gatotkaca yang bisa terbang, maka kerajaan membeli seekor kuda sembrani, kuda terbang dari kerajaan langit untuk berlatih yang bernama Mentor. Maka pada suatu hari calon ksatria ini mengeluarkan Mentor dari kandangnya dan berencana berkelana keliling negara untuk menambah pengalaman terbangnya. Dengan bahagianya sang calon ksatria mulai terbang dan makin lama makin jauh dari padepokan tempat tinggalnya. Tidak semua calon ksatria diijinkan untuk menunggang si Mentor. Beberapa saat kemudian datanglah berita bahwa sang calon ksatria terjatuh di sebuah desa yang cukup jauh dan menghembuskan nafas yang terakhir. Mentor si kuda sembrani hancur dan menimpa ternak dan kebun petani sekitarnya. Sang raja memutuskan untuk tidak membuat besar perkara ini dan memerintahkan penyelidikan pada para hulubalangnya. Penyebab jatuhnya diperkirakan sang calon ksatria tidak dapat mengendalikan kekuatan Mentor si kuda terbang dan seperti biasa sang petir serta peri awan juga disalahkan karena para kroni sang raja tidak ingin disalahkan karena ternyata juga sering mengambil makanan si Mentor yang cukup mewah untuk dirinya sendiri. Ternyata cerita ini tidak berhenti di sini. Penduduk di desa tersebut mengenali sang calon ksatria karena ternyata dia terjatuh di depan rumah sang kekasih. Mungkin maksud hati untuk lewat dan melambaikan tangan pada sang pujaan hati. Juga ada cerita sang calon ksatria ini berputar ke atas dan ke bawah berakrobat membentuk lingkaran. Mungkin sang calon ksatria melampiaskan kegembiraannya dan bangga dapat membawa kuda terbang ke depan sang kekasih dan tetangga-tetangganya. Tapi sayang dia lupa bahwa biarpun kuat dan bisa terbang, si Mentor hanyalah seekor kuda bodoh yang hanya mengikuti perintah penunggangnya. Kekuatan tanpa kebijaksanaan adalah malapetaka.
Minimum safe altitude
Helikopter menjadi perkecualian karena kemampuannya yang berbeda dan akan dibahas di bagian akhir. Ketinggian minimum ini tidak berlaku untuk semua proses lepas landas dan mendarat. Pada waktu terban Pesawat juga tidak boleh terbang lebih rendah dari 1000 kaki di atas daerah yang berpenduduk seperti kota, desa dan pasar atau juga di atas kumpulan orang-orang dalam jarak horisontal 600 meter dari pesawat. Pertanyaannya dari mana 1000 kaki itu dihitung? 1000 kaki dihitung dari bangunan/dataran atau obstacle yang tertinggi di daerah tersebut. Bukan dari permukaan tanah, atau permukaan laut. Misalnya untuk terbang di atas sebuah kota yang ada gedung tingginya maka ketinggian minimum adalah 1000 kaki dari gedung tertinggi. Tiang antena juga termasuk obstacle. Jadi biarpun tidak terbang di atas obstacle tertentu (bangunan, antena, bukit dll), pesawat harus terbang 1000 kaki lebih tinggi selama obstacle tersebut masih berada dalam radius 600 meter dari pesawat. Jika pesawat akan diterbangkan di atas daerah berpopulasi rendah seperti hutan dan perkebunan, maka ketinggian minimumnya adalah 500 kaki. Sedangkan di atas air/laut, tidak ada ketinggian minimum. Syaratnya hanya menjaga jarak sejauh 200 meter dari orang, kendaraan, kapal, atau bangunan.
AerobatikTanpa ijin khusus, melakukan aerobatik tidak diperbolehkan di atas orang ramai, kota, daerah berpenduduk. Di luar itu, aerobatik boleh dilakukan dengan syarat ketinggian minimumnya adalah 1500 kaki dan dengan syarat tambahan, tidak boleh:
Jadi kalau misalnya ingin melakukan vertical loop (membuat lingkaran), ketinggian minimumnya untuk memulai adalah 1500 kaki dan bagian lingkarannya tidak boleh ada yang lebih rendah dari 1500 kaki.
HelikopterHelikopter juga harus terbang di suatu ketinggian yang jika terjadi kerusakan mesin lalu melakukan pendaratan darurat, tidak mengakibatkan bahaya bagi orang maupun bangunan di darat. Tapi helikopter dibebaskan dari kewajiban terbang 1000 kaki atau 500 kaki di atas obstacle tertinggi karena kemampuannya untuk bermanuver yang lebih fleksible dari pesawat biasa. Tapi helikopter harus mengikuti ketinggian minimum dan rute khusus untuk helikopter jika ada. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------- rujukan (CASR part 91 Rev 1): 91.119 Minimum Safe Altitudes: GeneralExcept when necessary for takeoff or landing, no person may operate an aircraft below the following altitudes:
CASR part 91.303 Aerobatic Flight No person may operate an aircraft in aerobatic flight
disclaimer: CASR yang dirujuk adalah CASR yang berlaku pada saat tulisan ini dibuat. Cerita legenda di atas adalah fiksi belaka.
|
|
| Terakhir Diperbaharui Jumat, 05 Februari 2010 06:51 |
Berikan komentar anda dan membuat diskusi terbuka di group www.ilmuterbang.com di: |