Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| Laporkan Volcanic Ash |
| Ditulis oleh Fadjar Nugroho | ||||||||||
| Senin, 01 November 2010 22:17 | ||||||||||
|
" Pukul 20:40 waktu Jakarta di atas Samudra Hindia, selatan Jawa, awak pesawat (terdiri dari Senior First Officer Roger Greaves dan Senior Engineer Officer Barry Townley-Freeman dan Kapten Eric Moody) melihat efek pada kaca depan mirip dengan api St Elmo's. Meskipun radar cuaca menunjukkan langit cerah, mereka menyalakan engine anti ice dan tanda kenakan sabuk pengaman sebagai tindakan pencegahan. Pada 13.500 kaki (4.100 m), mereka mendekati ketinggian di mana mereka akan berbalik di atas lautan dan mencoba melakukan ditching yang berisiko. Walaupun ada pedoman untuk prosedur ini, tidak ada yang pernah mencobanya di sebuah Boeing 747-sebelum atau sesudah kejadian ini. Ketika mereka melakukan prosedur restart mesin, mesin empat menyala, dan pada 20:56 waktu Jakarta, tak lama kemudian, mesin tiga restart. Tak lama setelah itu, mesin satu dan dua berhasil restart. Para kru kemudian naik ke ketinggian 11.500 kaki (3.500 m) untuk bebas dari pegunungan yang ada di sekitar mereka. Dalam sejarah, paling tidak ada dua B747 yang keempat mesinnya mati karena volcanic ash atau debu gunung berapi. Pesawat BA Flight 09 ini adalah korban dari letusan gunung Galunggung di Jawa Barat. Beroperasi di sekitar gunung berapi yang sedang aktif adalah beresiko tinggi dan berbahaya. Debu gunung berapi selain mengandung racun juga bersifat abrasif atau seperti amplas, akan merusak pada waktu bergesekan. Kerusakan bisa terjadi pada permukaan pesawat, kaca jendela dan mesin. Kerusakan bisa juga terjadi di sistem ventilasi, sistem hidrolik, elektronik, dan Air Data System. Bagian pesawat yang bisa mengalami kerusakan dan biasanya harus diganti setelah terbang di daerah volcanic ash adalah:
Ada lebih dari 100 gunung berapi yang aktif di sekitar lautan Pasifik. Daerah ini dikenal dengan sebutan Ring of Fire.
Banyak gunung berapi aktif yang dipantau dengan saksama oleh para ahli tapi di daerah yang jauh dari populasi manusia, penerbang sering menjadi sumber informasi pertama dari kejadian letusan gunung berapi. Abu gunung berapi sendiri bisa mencapai ketinggian 60 ribu kaki dengan cepat dan tersebar sampai 1000 nm (1800 km) bahkan sampai 2400nm dari sumbernya dan bertahan sampai 72 jam sejak gunung meletus. Debu inipun sangat bermasalah karena tidak terdeteksi di radar cuaca. Oleh karena itu laporan pilot (PIREP, Pilot Report) ke ATC sangat diharapkan pada saat terjadi letusan gunung berapi. Pengoperasian pesawat di daerah yang berabu dari letusan gunung berapi (volcanic ash) adalah tidak dianjurkan dan sebaiknya dihindari. Jika pada saat pengoperasian di daerah berbahaya tersebut tidak bisa kita hindari karena berbagai alasan ada hal-hal yang dapat dilakukan oleh penerbang pada waktu beroperasi di daerah ini.
Hal yang paling penting jika anda tanpa sengaja terlanjur terbang masuk ke daerah berabu dari letusan gunung berapi adalah berbalik 180°. PIREP (Pilot Report)"Wah semua juga tau Merapi meletus mas, gak perlu dilaporin...", wow..wow.. tunggu dulu. Semua tahu saat ini gunung tersebut sedang aktif dan sudah memakan korban jiwa. Tapi semua laporan dari penerbang akan sangat berguna. Pengamatan dari penerbang adalah informasi yang lebih akurat dibandingkan dengan kamera yang dipasang di stasiun-stasiun pengamatan. Jika ada waktu, laporkan tentang volcanic ash ini ke ATC, jika anda sibuk, catat pengamatan anda dan laporkan setelah mendarat. Laporan anda mungkin akan menyelamatkan ratusan nyawa. Laporan yang bisa diberikan adalah:
Format PIREP yang bisa dipakai adalah: AIRCRAFT ID, POSITION, TIME, FLIGHT LEVEL/ALTITUDE, VOLCANIC ACTIVITY OBSERVED AT, AIR TEMPERATURE, SPOT WIND, DATA TAMBAHAN. contoh: emprit 192: Jakarta, emprit air 192, we'd like to file a PIREP for volcanic activity Jakarta Control: Go Ahead with your PIREP emprit 192: emprit 192, 50 miles abeam Charlie Alpha, Flight Level 360, VOLCANIC ACTIVITY OBSERVED AT Mount Galunggung, continuous eruption on the side of the mountain, AIR TEMPERATURE -45°C, SPOT WIND 180/15, Moderate dense Volcanic ash cloud observed below our level, MOVING South. Penerbang juga diharapkan dapat mengisi Volcanic Activity Report (VAR) untuk membantu identifikasi gerakan volcanic ash yang bisa dikirim lewat Fax ke ATC. Formulir model VAR bisa anda download di sini: vareport.pdf atau anda bisa cetak halaman 93 (halaman I-6-7), Figure 6-3 di sini: Manual on Volcanic Ash, Radioactive Material and Toxic Chemical Clouds - Doc 9691 Kerusakan mesin pesawat akibat volcanic ashMasuknya abu dari gunung berapi bisa membuat pengurangan kinerja mesin karena erosi yang terjadi pada bagian-bagian yang bergerak dari mesin atau juga karena aliran bahan bakar yang tersumbat secara total di penyemprotnya (fuel nozzle). Volcanic ash terdiri dari partikel yang mempunyai titik leleh di bawah suhu internal dari mesin. Pada waktu terbang, partikel ini akan meleleh begitu memasuki bagian pembakaran di mesin. Setelah melewati turbin, partikel-partikel ini akan secara cepat mendingin dan menempel di bilah turbin dan mengganggu aliran gas bertekanan tinggi yang melewati turbin. Hal ini bisa membuat engine stall.
Kontaminasi di sistem Bleed, Air Data dan Sistem ElektronikVolcanic ash terdiri dari partikel yang sangat halus (sampai 1 micron) dan bahkan dapat masuk ke bagian yang disekat (sealed). Partikel ini juga membawa listrik statis yang membuatnya sulit untuk dilepaskan dari komponen listrik. Abu ini juga menyerap air dan dapat menyebabkan goresan-goresan, korsleting/arus pendek dan kerusakan intermiten dari komponen elektronik. Abu yang tebal dapat menyumbat filter dari sistem bleed yang dapat menyebabkan kerusakan total dari sistem bleed dan menyebabkan hilangnya tekanan udara di kabin. Sistem pitot dan static juga dapat tersumbat oleh abu volcanic ash. Prosedur berikut ini kami ambil dari Supplementary Procedure pesawat Airbus untuk menggambarkan prosedur menghadapi volcanic ash. Gunakan prosedur yang tersedia di dokumen pesawat anda jika berbeda. -------------------Persiapan terbang di daerah berabu vulkanik Dokumen yang dapat membantu Persiapkan dokumen berikut: • Peta dari gunung berapi aktif dan daerah bahaya (bisa di dapat di internet salah satunya adalah: http://www.bom.gov.au/info/vaac/advisories.shtml) Juga dokumen berikut: • NOTAM terakhir yang aktif, Data-data di atas biasanya tersedia di internet. APU (Auxilliary Power Unit) Jangan gunakan APU kecuali untuk menyalakan mesin, atau jika memang tidak ada Ground Power. Wiper Jangan gunakan wiper untuk membersihkan kaca kokpit yang berabu karena dapat menggores kaca depan. Kinerja Rem
--------------------- Pemeriksaan external
Mesin dan APU
Engine Start
Taxi
Take Off
Landing
Kinerja Rem
Terbang di daerah dengan abu vulkanikSemua jenis pesawat yang penulis tahu, semuanya membuat pernyataan bahwa terbang di daerah yang mempunyai abu vulkanik HARUS di hindari. Jika ada laporan tentang kegiatan gunung berapi maka pesawat harus terbang di daerah yang tidak terkontaminasi oleh abu. Jika harus melewati daerah abu, maka pesawat harus terbang di sisi upwind dari debu/awan debu (sisi arah datangnya angin), biasanya paling tidak 20 nm dari gunung berapi yang sedang meletus. Dalam keadaan gelap di malam hari, seringkali abu vulkanis tidak terlihat. Kita bisa curiga bahwa kita masuk ke daerah abu jika ada satu atau beberapa ciri-ciri berikut:
Terlanjur masuk daerah debu vulkanik Hal yang paling penting jika anda terlanjur masuk ke daerah berabu dari letusan gunung berapi adalah berbalik 180°!. Anda bisa pertimbangkan langkah-langkah selanjutnya sebagai berikut:
Menyalakan engine dan wing anti ice akan meningkatkan rasio bahan bakar: udara untuk mengurangi kemungkinan mati mesin atau engine stall. Pantau Engine Parameter:
Laporan Volcanic Ash dari Volcanic Ash Advisories Centers (VAAC)
http://www.bom.gov.au/info/vaac/advisories.shtml Produknya biasanya berupa teks atau grafik. Contoh dalam format teks: IDD41295
Sedangkan contoh dalam format Grafik
Semoga berguna, safe flite Indonesia.. sumber: ICAO docs: http://www2.icao.int/en/anb/met-aim/met/iavwopsg/Documents/Forms/AllItems.aspx
FCOM 3, Airbus supplementary procedure. Flight Operations Briefing Notes, Operating Environment, Volcanic Ash Awareness http://en.wikipedia.org/wiki/British_Airways_Flight_9
|
||||||||||
| Terakhir Diperbaharui Selasa, 02 November 2010 10:26 |
Berikan komentar anda dan membuat diskusi terbuka di page www.ilmuterbang.com di: Gunakan fasilitas cari di FB dengan kata kunci ilmuterbang.com Follow @ilmuterbang |