Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| Mountain flying |
| Ditulis oleh Fadjar Nugroho | |||
| Selasa, 01 Juli 2008 20:04 | |||
|
In memoriam of my beloved brother, capt. Dwi Arief Ardhianto, who dedicated his life to aviation and aeromodelling.
Untuk mengurangi resiko berbahaya, maka ada rekomendasi yang dapat dikerjakan yaitu:
Mountain wave Mountain wave terjadi pada waktu angin bertiup melewati pegunungan. Pada waktu udara mencapai sisi upwind dari gunung, maka dia akan mengalir naik, menjadi updraft yang halus untuk kemudian membentuk dowdraft yang berupa turbulence sewaktu udara melewati puncak dari punggung gunung. Downdraft dan updraft dapat terjadi sampai jauh dari pegunungan. Bahkan pernah ada foto satelit yang menunjukkan mountain wave yang terjadi sampai 700 mil jauhnya. Jika mendekati puncak gunung dari sisi downwind, maka dianjurkan untuk mendatangi gunung dengan sudut 45 derajat. Jika kita harus kembali karena severe turbulence dan downdraft maka airframe pesawat akan mendapatkan stress yang lebih sedikit. Jika mendapatkan severe turbulence, kurangi power, atur pitch sampai pesawat mendekati manouvering speed (Va) dan adjust power serta pitch untuk menjadi Va dan pergi dari area turbulence. Setelah melewati puncak gunung, maka keluar dengan sudut 90 derajat. Masalah lain yang mungkin luput dari pengamatan adalah kemungkinan hypoxia dan dehidrasi. Istirahat dan makan cukup serta bekal air minum. Tulisan lain dapat ditemukan di : http://www.mountainflying.com/ Sedangkan online training gratis bisa anda dapatkan di: https://www.aopa.org/asf/osc/loginform.cfm?course=mountainFlying&project_code=&, jika malas membuat user account di website ini dapat login dengan memakai user name: gatotkaca dan password gatotkaca. sumber dari: 1. FAR-AIM 7-5-6, 14 Februari 2008
|
|||
| Terakhir Diperbaharui Rabu, 19 Oktober 2011 13:19 |