Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| Pilot Incapacitation |
| Ditulis oleh Fadjar Nugroho | |||
| Kamis, 21 Agustus 2008 04:39 | |||
|
Banyak penerbang kurang menyadari bahwa pilot incapacitation adalah keadaan darurat yang lebih sering terjadi di dunia dibandingkan dengan keadaan darurat lain. Incapacitation dapat terjadi dalam bentuk apapun, mulai dari tidak berfungsinya sebagian fungsi tubuh yang tidak kentara, sampai kematian mendadak (Garuda GA501, Pontianak, 22/11/2004). Incapacitation juga dapat terjadi pada semua kelompok umur dan di semua fase penerbangan dan sering tanpa peringatan atau tanda-tanda sebelumnya. Bentuk-bentuk Incapacitation
Contoh dari subtle incapacitation adalah jatuhnya sebuah pesawat komuter di Cape Cod, yang menewaskan kapten pilot dan melukai first officer dan 6 penumpang. http://www.capecodtoday.com/blogs/index.php/2008/06/24/cape-cod-crash-become-case-study?blog=109 Pada waktu melakukan approach sebelum pendaratan, First Officer merasakan bahwa pesawat terlalu rendah dan memberikan komentar pada kapten. Tidak ada respon dari kapten yang juga adalah presiden dari perusahaan tersebut. Sedangkan First Officer baru saja diterima bekerja di perusahaan tersebut. Kapten tersebut juga punya kebiasaan tidak merespon semua call out yang diberikan oleh first officer. Padahal semua prosedur dalam penerbangan memerlukan respon dari penerbang yang lain dalam aplikasi sehari-hari. Karena kebiasaannya ini maka, first officer hanya diam saja dan tidak tahu bahwa kapten dalam keadaan incapacitation dan bahkan mungkin sudah meninggal karena serangan jantung. Menghindari Incapacitation
Mengenali Incapacitation Hal yang paling penting buat seorang penerbang adalah menjaga kewaspadaaan dengan standar yang tinggi. Kepatuhan yang tinggi pada SOP dan disiplin dalam kokpit, karena prosedur yang melenceng dapat menjadi indikasi pertama dari masalah yang muncul tanpa disadari. Incapacitation harus dicurigai jika seorang penerbang tidak memberikan respon pada:
Awak pesawat yang merasa sangat lelah atau tidak enak badan sebaiknya memberitahu rekan kerjanya. Kemudian commander akan mengatur kordinasi pekerjaan di kokpit atau mengatur untuk dapat recovery/ pulih secepatnya. Sedangkan jika yang incapacitate adalah commander/ kapten maka berlaku chain of command sebagai berikut, tergantung siapa yang ada di pesawat:
Tindakan pada waktu terjadi pilot incapacitation Kalau diduga atau sudah jelas ada incapacitation, maka langkah berikut harus dilakukan:
Jika incapacitation terjadi pada waktu approach, penerbang yang sehat dapat meneruskan pendaratan jika dia berpendapat bahwa approach dan landing dapat dilakukan dengan aman.
Bantuan medical dalam penerbangan dan setelah mendarat harus dilakukan. Setelah mendarat penerbang yang incapacitate harus di off-load ke ambulance di tempat yang pantas dan secepat mungkin. Penerbang yang sehat harus terbang dari posisi normalnya, jika F/O maka dari kanan, jika Kapten dari kiri. Tidak boleh ada perubahan tempat duduk. Hal-hal berikut harus dipertimbangkan:
Atur parkir pesawat, jika First Officer yang menerbangkan pesawat, maka usahakan parkir di bay yang punya guidance system yang terbaca dari kanan, atau bantuan marshaller. Jika pesawat tidak memiliki kendali di sisi First Officer untuk pengemudian di darat, maka dia harus meminta towing truck (penarik pesawat) ke tempat parkir.
|
|||
| Terakhir Diperbaharui Jumat, 09 September 2011 15:33 |
Berikan komentar anda dan membuat diskusi terbuka di page www.ilmuterbang.com di: Gunakan fasilitas cari di FB dengan kata kunci ilmuterbang.com Follow @ilmuterbang |