Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| Terbang malam bagian 3: Persiapan terbang malam |
| Ditulis oleh Fadjar Nugroho | |||
| Selasa, 25 Mei 2010 14:33 | |||
|
Sebelum terbang malam, ada beberapa komponen yang perlu disiapkan. 1. Penerbang 2. Pesawat 3. Alat navigasi 1. PenerbangUntuk menjadi pilot in command dalam sebuah penerbangan malam yang membawa penumpang, seorang penerbang harus pernah melakukan 3 kali take off dan landing dengan sebuah full stop dalam jangka waktu 90 hari sebelum terbang malam di pesawat dengan category dan class yang sama (part 61.67). Terbang malam sendiri di definisikan di bagian ini (part 61.67) sebagai terbang di antara 1 jam setelah matahari terbenam dan 1 jam sebelum matahari terbit.
Kerjakan check list ini setiap akan terbang: IM SAFEI: Illness, sakitkah anda?, M: Medication, apakah anda makan obat yang mempengaruhi kinerja tubuh?, S: Stress, apakah anda sedang ada masalah?, A: Alkohol, apakah anda baru saja minum alkohol? F: Fatigue, apakah anda lelah?, E: Emotion/Eating, apakah emosi anda tidak stabil? apakah anda makan cukup? Satu jawaban ya, akan membuat anda tidak aman untuk terbang. Pada waktu sudah masuk kokpit, siapkan semua perlengkapan yang akan diperlukan, seperti chart dan senter juga pulpen. Beberapa orang menggantungkan senter kecil di leher dengan tali untuk memudahkan menggapainya pada saat diperlukan. Ada juga yang memakai senter di headband (di ikat di kepala seperti pekerja di pertambangan). Pulpen yang diikat di flight log juga merupakan ide bagus, selain menyiapkan pulpen cadangan. 2. PesawatPeriksa sekitar pesawat sebelum masuk kokpit. Tangga, wheel chock, alat-alat maintenance dan perangkat lain mungkin masih ada di sekitar pesawat. Jika kita sudah masuk ke kokpit, benda-benda tersebut mungkin tidak terlihat pada waktu mulai bergerak untuk taxi dan bisa merusak pesawat. Jika bisa, usahakan periksa pesawat di siang hari sebelum terbang malam. Banyak bagian yang bisa terlihat pada siang hari dibandingkan dengan malam hari. Pada FAR (Federal Aviation Regulation) yang menjadi awal rujukan dari CASR (Civil Aviation Safety Regulation), ada part 91.205.bagian (c) yang menjelaskan perangkat apa saja yang harus ada di pesawat untuk melaksanakan terbang malam. Sayangnya part ini dihapus di CASR, tapi kita akan mengambil bagian 91.205. bagian (b) sebagai minimum VFR day dan bagian (d) sebagai tambahan untuk terbang malam. Pada dasarnya, perangkat yang disebutkan di bagian (b) VFR day harus ada di semua kondisi penerbangan ditambah bagian (c) untuk terbang malam dan bagian (d) untuk terbang instrumen (IFR), CASR part 91.205. bagian (b)
Sedangkan bagian (d) menambahkan beberapa perangkat yang bisa disingkat dengan kata FLAPS: F – Fuses (cadangan),• komplit set, 3 dari setiap tipe, or circuit breakers L – Landing Light• diperlukan jika untuk penerbangan sewa. A – Anti-collision Lights• Strobe and/or Beacon P – Position Lights• Red on Left, Green on Right, White on Tail S – Source of Power• Battery, Alternator/Generator Lampu-lampu diperlukan bukan hanya untuk melihat di waktu malam, tapi juga untuk bisa terlihat baik oleh pesawat lain maupun oleh burung (menghindari bird strike). Landing light tidak hanya dinyalakan pada waktu mendarat tapi juga pada waktu take off, berada di sekitar bandar udara (menurut FAA disarankan selama berada 10nm dari bandara), dan pada waktu ada kawanan burung. Pada waktu memeriksa lampu, coba ketuk lampunya, jika berkedip kemungkinan lampunya kendor. 3. Alat Navigasi:
Siapkan lampu senter, kalau bisa 2 warna cahaya (putih dan merah). Yang berwarna putih untuk pre-flight inspection, sedangkan warna merah untuk kerja di dalam kokpit sehingga tidak silau. Peringatan, pada waktu menggunakan lampu berwarna merah, gambar yang berwarna merah di chart bisa tidak terlihat!. Gunakan tinta hitam pekat untuk menggambar plotting rute anda. Usahakan jangan terbang dengan rute yang anda tidak familiar. Anda harus familiar dengan keadaan terrain di sepanjang rute terbang.
|
|||
| Terakhir Diperbaharui Sabtu, 29 Mei 2010 16:40 |