Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| Instrument Rating - Holding |
| Ditulis oleh Fadjar Nugroho | ||||||||||||||||||
| Selasa, 22 Januari 2008 07:00 | ||||||||||||||||||
|
Kalau di jalan raya ada lampu merah, di jalur udara ada holding point. Pada dasarnya holding adalah manuver pesawat untuk menunggu di area yang aman (protected airspace) sebelum diijinkan melanjutkan segmen penerbangan berikutnya. Misalnya dalam kondisi lalulintas udara yang ramai, pesawat diharuskan holding di posisi dan ketinggian tertentu sambil menunggu giliran untuk mendarat.
Holding juga harus dilakukan jika pesawat sudah mencapai clearance limit dan clearance baru belum diberikan oleh ATC. “ Emprit Air 001, clear to Surabaya via w45 Blora, expect further clearance at 14:05” Jika pesawat Emprit Air sudah sampai di Blora pada pukul 14:00 dan belum medapatkan clearance berikutnya atau kehilangan kontak dengan ATC maka Emprit Air harus holding selama 5 menit di atas NDB 'BA' (Blora) sebelum melanjutkan perjalanan, kecuali ATC memberi perintah yang lain. Dalam masalah kehilangan kontak dengan ATC akan dibahas di tulisan Loss Communication.
Holding Posisi holding dapat ditentukan berdasarkan VOR, NDB, ataupun Fix (intersection/waypoint) tertentu. Posisi ini disebut holding fix. Pada kasus di atas pesawat Emprit Air akan holding di atas NDB 'BA'
Posisi holding ini sendiri terdiri dari 2 jenis:
Standard Holding Pattern Bentuk dari holding adalah jalur balap (race track). Sedangkan arahnya jika disebutkan Standard holding pattern adalah berbelok ke kanan. Jika arah tidak disebutkan maka akan dianggap standard turn ke kanan. Sedangkan jika diperintahkan untuk hold non standard maka harus berbelok ke kiri .
Ketinggian untuk Holding: Di posisi holding yang di- Published di chart biasanya ada minimum holding altitude, tapi jika tidak ada minimum altitude, maka penerbang harus mempertimbangkan hal-hal berikut sebelum memilih ketinggian untuk holding:
Di beberapa airport juga dikenal MVA, minimum vectoring altitude, dimana ATC dapat memberi radar vector dibawah MSA, tapi tidak dibawah MVA.
Protected Area: Holding pattern dirancang salah satunya dengan pertimbangan clearance dari obstacle (menara, bukit, gunung, bangunan). Jadi pesawat harus selalu berada di protected area untuk menghindari tabrakan dengan obstacle. Jika holding dilakukan dengan memilih posisi yang tidak di published maka penerbang dan atau ATC harus mempertimbangkan ketinggian aman atau Minimum Safe Altitude, agar posisi holding bebas dari obstacle.
Holding Speed Pesawat harus menurunkan kecepatan dalam waktu 3 menit sebelum memasuki holding, tentu saja untuk menghemat fuel. Maksimum kecepatan di dalam holding pattern berbeda-beda berdasarkan jenis pesawatnya. Setiap negara juga punya batasan sendiri-sendiri. Di bawah ini adalah batasan kecepatan berdasarkan ICAO Doc 8168, Edisi ke empat.
Holding Entry Untuk masuk ke dalam holding pattern dibutuhkan entry yang tepat agar holding tetap berada di protected area. Ada 3 cara entry holding:
Rangkuman dari ketiga cara entry:
Holding Clearance Holding clearance yang lengkap akan berisi kurang lebih 5-6 poin.
Contoh clearance yang lengkap: ' Emprit Air 001, hold north 'DKI' VOR at 360° radial, 1 minute leg, left turn nonstandard, maintain 4000 feet, expect further clearance at 10:00, time now 09:54'
|
||||||||||||||||||
| Terakhir Diperbaharui Selasa, 01 April 2008 11:51 |