Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| Pengenalan Jeppesen Approach Chart |
| Ditulis oleh Admin | |||
| Sabtu, 12 Juli 2008 09:54 | |||
|
Jika kita menggunakan chart dari Jeppesen, maka kita dapat melihat keterangan/ legend dari chart tersebut di bagian tekstual dari paket Jeppesen yang anda beli. Tulisan ini adalah rangkuman dari Jeppesen teks tersebut hanya tentang Approach Chartnya saja. Perlu diketahui juga penerbit Instrument Chart bukanlah hanya Jeppesen. Contohnya, ada chart Garuda, US government chart, dll. Sehingga pembahasan mengenai isi chart mungkin tidak berlaku untuk chart yang lain. Approach chart sendiri adalah ilustrasi dari prosedur approach yang berupa gambar. Sedangkan prosedur approach sendiri bisa hanya berupa informasi tekstual. Chart yang ditampilkan sebagai contoh di bawah ini adalah format yang terbaru pada saat tulisan ini dibuat. Anda mungkin memakai chart yang berbeda formatnya, meskipun isinya sama. Ilustrasi di bawah adalah fiktif.
Bentuk umum dari chart adalah seperti berikut:
Plan View adalah penggambaran prosedur atau airport seperti dilihat dari atas. Sedangkan profile view adalah penggambaran prosedur dilihat dari samping. Decision Altitude (Height): DA(H) adalah ketinggian minimum tempat bagi penerbang memutuskan untuk membatalkan pendaratan jika referensi visual dari runway tidak terlihat. DA(H) ini dipakai di precision approach seperti ILS. Altitude dan Height hanya berbeda dari titik dimana ketinggian itu diukur. Altitude diukur dengan menggunakan QNH, altimeter setting di aerodrome tersebut. Sedangkan Height adalah ketinggian diukur dari permukaan runway threshold itu sendiri. Dari contoh chart di atas, DA = 360, jadi penerbang harus memutuskan untuk mendarat atau go around pada ketinggian 360 kaki seperti yang ditunjukkan di altimeter. Sedangkan angka DH = 276, adalah ketinggian diukur dari permukaan runway. Karena permukaan runway adalah 84 kaki (dari permukaan laut) dan DH = 276 maka DA sebenarnya adalah ketinggian runway + DH = 276 + 84 = 360 kaki. DH biasanya digunakan untuk ILS category 2 dan 3. Dimana ketinggian untuk menentukan keputusan diukur dengan alat yang disebut radio altimeter. ILS Category 2 dan 3 dipakai pada waktu Low Visibility Operation dengan syarat-syarat yang lebih ketat dibanding Cat 1. Untuk menerbangkan ILS Category 1, hanya dibutuhkan altimeter biasa, jadi pembacaannya mengikuti QNH/ altimeter setting pada saat itu. Saat ini semua ILS di Indonesia adalah Category 1. Minimum Descent Altitude (MDA) MDA adalah ketinggian minimum yang boleh diterbangkan pada waktu melakukan prosedur Non-precision Approach. Misalnya VOR Approach. Penerbang hanya boleh descent di bawa MDA, sebelum missed approach point (MAP), jika melihat ada referensi visual yang dibutuhkan, seperti runway light, dll. Berikut adalah beberapa definisi: DECISION ALTITUDE/HEIGHT (DA/H) (ICAO) — A specified altitude or height (A/H) in the precision approach at which a missed approach must be initiated if the required visual reference to continue the approach has not been established. DECISION HEIGHT (DH) (USA) — With respect to the operation of aircraft, means the height at which a decision must be made, during an ILS or PAR instrument approach, to either continue the approach or to execute a missed approach. MINIMUM DESCENT ALTITUDE/HEIGHT (MDA/H)(ICAO) — A specified altitude or height in a non-precision approach or circling approach below which descent may not be made without visual reference. MINIMUM DESCENT ALTITUDE (MDA) (USA) — The lowest altitude, expressed in feet above mean sea level, to which descent is authorized on final approach or during circle-to-land maneuvering in execution of a standard instrument approach procedure where no electronic glide slope is provided.
Disclaimer: Jeppesen chart dan produk lainnya serta nama Jeppesen adalah trademark milik Jeppesen Sanderson, Inc.. Tulisan diatas hanyalah penjelasan dalam bahasa Indonesia. Hanya digunakan untuk informasi. Data dan isi terbaru dari isi teks tersebut dapat dibeli dari Jeppesen.
|
|||
| Terakhir Diperbaharui Jumat, 17 Oktober 2008 17:28 |
Berikan komentar anda dan membuat diskusi terbuka di page www.ilmuterbang.com di: Gunakan fasilitas cari di FB dengan kata kunci ilmuterbang.com Follow @ilmuterbang |