Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| Transponder |
| Ditulis oleh Fadjar Nugroho | |||||||||||||
| Selasa, 14 Juli 2009 15:03 | |||||||||||||
|
Primary Surveillance Radar Primary Surveillance Radar (PSR), atau yang biasa kita kenal dengan kata radar saja, adalah alat yang memancarkan sinyal pulsa-pulsa radio dan jika pulsa tersebut mengenai sebuah permukaan logam (badan pesawat) maka pulsa radio tersebut akan dipantulkan balik kembali ke radar. Radar ini kemudian menghitung waktu pantulan untuk menghitung jarak benda tersebut. PSR ini tidak efektif untuk mendeteksi objek yang ukurannya kecil seperti pesawat ringan. Bahkan pesawat yag besar pun, hanya dapat diketahui keberadaannya tapi tidak dapat ditampilkan identitasnya di layar radar. Secondary Surveillance Radar Secondary Surveillance Radar (SSR) adalah radar yang bekerja dengan bantuan alat yang bernama transponder di pesawat udara. Secara sederhana cara kerjanya adalah sebagai berikut:
Jadi misalnya antena SSR sedang mengarah ke timur pada arah 090° dan mendapatkan jawaban (reply) dari sebuah transponder, maka jarak dan posisi pesawat akan diketahui oleh SSR.
Bagaimana cara membedakan satu pesawat dengan yang lainnya? Setiap transponder di pesawat dapat disetel untuk mengirimkan identifikasi berupa 4 angka yang ditentukan oleh ATC. Misalnya sebuah pesawat ilmuterbang airline akan terbang dari Jakarta ke Surabaya, maka kode transponder akan diberikan pada waktu mendapatkan clearance (ijin terbang) di Jakarta. Perhatikan bahwa kode transponder juga disebut Squawk:
Dalam contoh di atas, pesawat dengan call sign ilmuterbang 001, akan terbang ke Surabaya dan mendapat ijin untuk terbang ke 20 ribu kaki dan harus menyetel transpondernya ke kode 0612. Setelah pesawat ilmuterbang 001 lepas landas dengan transponder yang menyala dan di set pada kode 0612, maka di layar radar ATC, akan ditampilkan nama ilmuterbang 001 berikut tujuannya dan ketinggiannya. Dengan cara ini ATC akan mudah membedakan setiap pesawat yang tampil pada layar radarnya. Mode transponder Pada penjelasan di atas, transponder bekerja pada mode A, di mana transponder hanya mengirimkan jawaban/reply sehingga SSR dapat menentukan jarak pesawat dengan radar. Pesawat modern biasanya dilengkapi dengan transponder mode C yang juga dapat memberikan ketinggian/ altitude pesawat. Dengan mode C ini, di layar radar ATC, akan tertulis nama pesawat/penerbangan, posisi, dan ketinggian pesawat. Pada gambar contoh transponder ada switch yang bernama ALT RPTG. Jika switch ini dipindahkan ke posisi ON, maka transponder akan bekerja pada mode C.
Mode S transponder Mode S adalah mode yang lebih canggih lagi dari sebuah transponder. Sebuah transponder dengan mode S tidak hanya dapat menjawab interrogasi SSR dan memberikan posisi dan jarak dari SSR tapi juga dapat “mengobrol” dengan transponder mode S yang lainnya. Kemampuan ini digunakan oleh alat di pesawat yang bernama TCAS (Traffic Collission and Avoidance System) yang dapat mencegah tabrakan pesawat udara. Jika 2 buah pesawat udara mendekat dengan sangat cepat maka transponder mode S akan menghitung rasio mendekatnya kedua pesawat tersebut dan jika membahayakan maka alat TCAS akan berbunyi, "traffic, traffic!" sehingga penerbang akan menghindari tabrakan.
Contoh kejadian TCAS dapat di baca di: Kegunaan lain dari Transponder Selain memancarkan ketinggian dan data-data lain, transponder juga sangat membantu untuk mengatur pergerakan pesawat di darat. Di bandar udara yang memiliki ground surveillance radar dapat memantau pergerakan pesawat di darat sebelum terbang atau sesudah mendarat. Banyak bandar udara super sibuk dan juga berjarak pandang jelek, yang menggunakan ground surveillance radar ini untuk mengatur pesawat yang datang dan pergi. Ground controller (pengatur darat) dapat melihat posisi pesawat di radar jika dia tidak dapat melihat pesawat karena jarak pandang yang kurang baik karena kabut misalnya. Dalam keadaan darurat atau emergency, transponder ini berguna untuk memberi tahu ATC. Contohnya adalah kode 7600. Jika penerbang memasukkan kode 7600 di transponder maka ATC akan tahu bahwa pesawat yang bersangkutan mengalami kerusakan radio komunikasi, baik tidak bisa mengirim atau tidak bisa mendengar komunikasi radio. Kode lainnya adalah 7700, artinya pesawat tersebut mengalami keadaan darurat dan butuh bantuan segera. Biasanya alarm akan berbunyi di radar ATC.
|
|||||||||||||
| Terakhir Diperbaharui Kamis, 02 Juni 2011 15:11 |