Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| Tekanan udara di dalam pesawat |
| Ditulis oleh Tilim Tjuatja | |||||||||||||||||||||||
| Jumat, 15 Juli 2011 06:01 | |||||||||||||||||||||||
|
Ketika terbang pada altitude yang tinggi, untuk menjaga tekanan yang terdapat di dalam kabin, maka kabin harus pressurized atau diatur tekanan udaranya. Pada saat pesawat terbang hingga 39000 kaki, maka tekanan udara di luar pesawat sangat kecil sehingga kandungan oksigen juga tipis. Untuk itu agar kita dapat bernafas seperti biasa, maka tekanan udara yang terdapat di dalam pesawat di kendalikan oleh penerbang atau sistem di pesawat dan besarannya diatur pada ketinggian antara 5000-8000 kaki. Mengapa besarannya antara 5000-8000 kaki, karena pada ketinggian di antara ini manusia masih dapat bernafas secara normal. Lalu bagaimana jika saat mengudara pesawat kehilangan tekanan udara di dalam kabin? Kehilangan tekanan udara di dalam kabin disebut juga dengan Decompression. Terdapat dua macam dekompresi yaitu slow decompression dan rapid decompression. Tiap dekompresi memiliki efek tersendiri baik efek terhadap pesawat maupun efek terhadap anggota kru dan penumpang. Untuk lebih jelas mengenai dekompresi, berikut penjelasannya:
Sedangkan untuk penerbang, mereka akan segera mengenakan masker oxygen yang terdapat di dalam kokpit dan dengan cepat akan melakukan descend hingga pada ketinggian 10000-14000 kaki dalam waktu 2-3 menit hingga pesawat telah berada pada kondisi yang aman untuk bernafas seperti biasa. Ini semua berhubungan dengan Time of Useful Consciousness, TUC. Mengenai TUC dapat anda baca di artikel yang berjudul Apa artinya Time of Useful Conciousness (TUC).
|
|||||||||||||||||||||||
| Terakhir Diperbaharui Rabu, 07 September 2011 11:33 | |||||||||||||||||||||||
Berikan komentar anda dan membuat diskusi terbuka di page www.ilmuterbang.com di: Gunakan fasilitas cari di FB dengan kata kunci ilmuterbang.com Follow @ilmuterbang |