Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| Mengurangi Risiko Barotrauma |
| Ditulis oleh dr. Ady Wirawan, MPH, ACCAM | |
| Rabu, 18 Januari 2012 14:09 | |
|
"Dear dr Ady, saya sering mengalami rasa nyeri dan penuh pada telinga saat naik pesawat, itu kenapa ya?" Pertanyaan tersebut terkait dengan perubahan tekanan yang terjadi saat naik pesawat udara. Ulasan singkat berikut akan membahas apa itu barotrauma dan beberapa tips untuk mengurangi risikonya. Barotrauma didefinisikan sebagai trauma atau kerusakan yang terjadi akibat perubahan tekanan. Ketika kita mendaki ke tempat yang lebih tinggi, tubuh kita terpapar oleh tekanan eksternal yang berkurang. Sedangkan tekanan di dalam rongga-rongga tubuh masih sama dengan tekanan saat masih berada di darat. Sebagai akibatnya gas-gas di dalam rongga tubuh mulai mengembang mengikuti hukum Boyle ("jika suhu konstan, volume sebuah gas adalah berbanding terbalik dengan tekanannya").
Tubuh manusia mengandung gas dan udara dalam jumlah yang signifikan. Beberapa diantaranya larut dalam cairan tubuh. Udara sebagai gas bebas juga terdapat di dalam saluran pencernaan, telinga tengah, dan rongga sinus, yang volumenya akan bertambah dengan bertambahnya ketinggian. Ekspansi gas yang terperangkap di dalam sinus bisa menyebabkan sakit kepala, ekspansi gas yang terperangkap dalam telinga tengah bisa menyebabkan nyeri telinga, dan perasaan kembung atau penuh pada perut jika ekspansi terjadi pada gas di saluran pencernaan. Ekspansi gas yang terperangkap dalam usus halus bisa menyebabkan nyeri yang cukup hebat hingga terkadang bisa menyebabkan tidak sadarkan diri. Pada ketinggian 8000 kaki gas-gas yang terperangkap dalam rongga tubuh volumenya bertambah 20% dari volume saat di darat. Semakin cepat kecepatan pendakian maka semakin besar risiko mengalami ketidaknyamanan atau nyeri. Penting untuk diingat juga bahwa gas bisa terperangkap di dalam gigi yang baru selesai ditambal. Hal ini bisa menyebabkan apa yang disebut dengan aerodontalgia dimana nyeri bisa mencapai tingkatan yang mengurangi kemampuan pilot dalam menavigasi pesawat. Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi risiko terjadinya barotrauma:
Semoga bermanfaat!
http://www.adywirawan.com
|
|
| Terakhir Diperbaharui Rabu, 18 Januari 2012 14:22 |
Berikan komentar anda dan membuat diskusi terbuka di page www.ilmuterbang.com di: Gunakan fasilitas cari di FB dengan kata kunci ilmuterbang.com Follow @ilmuterbang |