Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| Belajar dari kesalahan: Pintu terbuka saat terbang |
| Ditulis oleh Fadjar Nugroho | |||
| Rabu, 20 April 2011 18:25 | |||
|
Kembali ke cerita kita, saya baru saja selesai melakukan exterior walk around, memeriksa bagian luar pesawat pada waktu Jane, seorang instruktur datang dengan sekitar 5 orang siswa baru dari Indonesia. Mereka datang ke pesawat saya dan Jane berkata: "Could you please show them the airplane? they're suppose to have aircraft familiarization today". Saya jawab " No problem", dan Jane kembali berkata " Thanks, send them back to my class when you finish..." Setelah memperlihatkan komponen pesawat udara dan pemeriksaan yang harus dilakukan di luar pesawat, saya membuka pintu kiri pesawat dan masuk untuk menjelaskan apa yang ada di dalam kokpit sementara mereka memperhatikan dari luar. Karena 5 orang tidak cukup dari satu sisi maka saya mempersilahkan sebagian dari mereka untuk membuka pintu kanan agar bisa memperhatikan apa yang saya uraikan. Setelah selesai, mereka kembali masuk ke kelas, dan saya lihat pintu kanan sudah tertutup. Tertutup? ya, tapi saat itu saya tidak sadar bahwa pintu tersebut tidak terkunci.
Saya meneruskan kegiatan saya yang terputus, dan kembali saya lupa bahwa door check sudah saya lakukan sebelumnya, pada waktu itu pintu sudah terkunci dan saya lupa bahwa pintu tersebut sudah terbuka kembali! Before starting engine checklist juga saya baca tanpa memeriksa ulang cabin doors dan overhead latch, kunci-kunci pintu. Akhirnya saya menyalakan mesin dan taxi out ke landasan setelah mendapat ijin dari ATC. Semuanya lancar sampai pesawat lepas landas.. tiba-tiba ... angin terasa bertiup dari sebelah kanan saya dan pintu kanan melambai-lambai terbuka! Saya langsung panik, dan mencoba meraih pintu tersebut. Untungnya pesawat ini cukup kecil sehingga saya tidak kesulitan memegang pintu kanan di bagian kacanya. Saya climb ke 1000 kaki dan meminta ATC untuk kembali ke landasan dan melakukan visual landing. ATC memberi instruksi join downwind. Rasanya lama sekali pesawat mencapai 1000 kaki dan sampai di downwind. Tangan kanan saya tetap memegangi pintu, tangan kiri memegang yoke. Setelah mencapai 1000 kaki di downwind, saya harus melepas tangan kanan untuk mengatur tenaga mesin dengan tuas throttle dari climb power ke cruise power. Saat itu saya sadar bahwa pintu ini ternyata tidak harus dipegangi. Pintu tersebut memang bergerak dengan liar tapi tidak terbuka dengan lebar. Saya biarkan pintu tanpa saya pegangi dan meneruskan visual approach dan minta full stop landing. Ternyata jari -jari tangan kanan saya berdarah karena terlalu kuat memegangi bagian pintu yang agak tajam. Setelah mendarat, saya parkir pesawat dan pulang ke akomodasi. Tidak ada yang tahu tentang insiden ini sampai tulisan ini ditulis dan saya baru ingat ada kejadian ini setelah membaca buku Airplane Flying Handbook dan menemukan tentang Door Opening di bagian emergency. Seharusnya saat itu saya membuat laporan tentang insiden ini ke sekolah agar menjadi pelajaran bagi yang lain dan sehingga tidak terulang atau kalaupun terjadi juga, semua siswa dan penerbang yang sudah lulus pun tahu cara mengatasinya. Door opening in flightPembahasan pintu terbuka di tulisan ini terbatas pada pesawat kecil, tanpa pengaturan tekanan udara (pressurization system), baik single ataupun multi engine. Untuk pesawat yang lebih besar silahkan merujuk pada buku manual masing-masing pesawat. Yang berbahaya pada saat pintu terbuka adalah reaksi penerbangnya bukan pada pintunya sendiri. Kejadian yang saya alami menunjukkan bahwa saya terluka karena melakukan hal yang tidak perlu saya lakukan. Yang lebih penting lagi kadang penerbang terlalu berkonsentrasi pada pintu yang terbuka dibandingkan berkonsentrasi pada menerbangkan pesawatnya. Pada waktu sebuah pintu terbuka pada saat terbang, kemungkinan diikuti oleh suara yang keras secara tiba-tiba, suara yang berisik dan kemungkinan getaran yang tidak normal (vibration/buffeting). Penerbang tidak boleh terganggu dengan suara dan getaran yang terjadi. Menerbangkan pesawat adalah prioritas utama. Langkah yang harus dilakukan:
Bab 16, Airplane Flying Handbook ![]()
|
|||
| Terakhir Diperbaharui Jumat, 27 April 2012 18:26 |
Berikan komentar anda dan membuat diskusi terbuka di page www.ilmuterbang.com di: Gunakan fasilitas cari di FB dengan kata kunci ilmuterbang.com Follow @ilmuterbang |