Pengetahuan umum penerbangan : Artikel - Teori Penerbangan - Pengetahuan umum penerbangan Menjadi Pilot : Teknik Penerbangan : Artikel -Teknologi Penerbangan - Teknik Penerbangan |
| Buta warna |
| Ditulis oleh Admin | |||
| Jumat, 04 Januari 2008 07:00 | |||
|
Berikut ini adalah pertanyaan dari salah seorang pembaca www.ilmuterbang.com yang tidak dapat kami jawab karena merupakan tanggung jawab pihak yang berwenang. Tapi tulisan di bawah ini yang merupakan jawaban dari seorang penerbang juga merupakan tantangan buat dunia penerbangan di Indonesia. Halo, Saya cuma mau menanyakan mengapa di indonesia tidak ada yg namanya SODA test farnworth lantern test untuk penderita buta warna partial? Sementara di negara2 maju seperti USA base on FAA regulation nya menjelaskan bahwa pemeriksaan buta warna hanya dilakukan sekali seumur hidup dan bagi yg mengalami masalah seperti green/ red deficiency masih bisa bekerja sebagai penerbang selama mereka lulus SODA test tersebut. Test tersebut menggunakan metode Farnworth lantern yang mana calon penerbang akan diuji menggunakan lampu berwarna merah putih dan hijau saja, apabila dia tepat dalam menyebutkan warna yg diberikan maka ia akan lulus. Hal ini untuk mengurangi deskriminasi cacat partial color blind yang mana seluruh penderita green/red deficiency akan gagal bila menghadapi ishihara test ( test menggunakan buku bulat2 warna angka). Terima kasih Best regards, Baba Pramudia Ruzuar Jawab : Buta warna banyak jenisnya, ada yang Achromatopsia : buta warna total, itu kaya nonton TV hitam putih dr. Ady Wirawan, MPH, ACCAM --------------------------------------------------------------- Dear Baba Pramudia Ini semua dikembalikan pada regulasi yang mendasarinya.Selama DSKU sebagai gawang seluruh regulasi penerbangan Indonesia belum meratifikasi soal battery test untuk buta warna maka kita masih harus menunggu dengan sabar. Kembali pada masalah SODA Farnworth Lantern Test,mungin anda juga sudah mengetahuinya. Sesungguhnya kami baru mendengar test ini berlaku di Amerika saja dimana FAA sebagai gawang regulator-nya. JAA sebagai gawang Eropa masih memberlakukan Ishihara test untuk uji buta warna. SODA ini sebenarnya sebuah test singkat dimana si calon pilot duduk di dalam cockpit pesawat yang sedang parkir di darat, sang penguji akan berdiri di suatu tempat di luar pesawat untuk kemudian memberi sinyal cahaya lewat 3 buah alat Farnworth.Bentuk alat ini seperti sebuah senjata yang memancarkan cahaya berwarna masing masing Merah,Hijau,dan Putih. Jika calon pilot dapat menjawab dengan benar warna cahaya yang ditembakkan, maka dia akan mendapatkan sertifikat SODA untuk kemudian dibawa sebagai bekal tes kesehatan lanjutan lain pada dokter penguji kesehatan penerbangan umumnya. Mengapa warna Merah,Hijau,dan Putih saja yang dibutuhkan? Karena sesungguhnya warna warna inilah yang paling dibutuhkan pada penerbangan. Sinyal lampu dari menara pengawas kepada pilot juga terdiri dari kombinasi tiga warna ini saja. Lampu luar (eksterior) dari semua pesawat juga terdiri dari kombinasi tiga warna ini saja. Jika pilot dapat mengidentifikasikan ketiga warna ini sebenarnya mayoritas dari aktifitas penerbangan mereka tidak akan menjadi masalah. Jadi, buta warna parsial bukanlah harga mati untuk jadi pilot.Masih ada kesempatan untuk jadi penerbang bagi mereka. Cuma saja mohon dipertimbangkan poin-poin di bawah ini :
Sekian dulu jawaban dari kami, semoga dapat diterima dengan baik. Terima kasih atas pertanyaan anda dan tetap semangat dalam dunia penerbangan AHZ
|
|||
| Terakhir Diperbaharui Sabtu, 21 Januari 2012 18:33 |