BEASISWA PT. Metro Batavia PENDAFTARAN PSDP PENERBANGAN TNI PENDAFTARAN CALON TARUNA TAHUN 2010 STPI Curug |
| Pasca kecelakaan Turkish Airlines bagi penerbang pesawat Airbus FBW |
| Ditulis oleh Admin | |
| Rabu, 27 Mei 2009 04:32 | |
|
Kecelakaan Turkish Airlines yang laporan awalnya dapat anda baca pada artikel: Radio Altimeter dan laporan awal kecelakaan Turkish Airlines, mempunyai dampak yang cukup penting bagi penerbang karena pada waktu The Dutch Safety Board (Badan Keselamatan Belanda) mengeluarkan peringatan kewaspadaan pada pabrik pesawat Boeing, pada hari itu juga pabrik pesawat Boeing mengeluarkan Multi Operator Message untuk kerusakan pada radio altimeter.
Bagaimana dengan pesawat Airbus? Pada dasarnya cara kerja radio altimeter pada pesawat keluaran kedua pabrik itu adalah sama. Penulis akan mencoba menguraikan efek dan konsekwensinya pada pesawat Airbus seri Fly By Wire (A318-A340) berdasarkan sebuah memo tentang radio altimeter ini. Yang diuraikan di bawah adalah sebagai pengingat bagi penerbang Airbus, semua dokumen yang resmi akan menjadi panduan yang sah jika terjadi perbedaan. Sama halnya dengan pesawat Boeing yang jatuh di Amsterdam tersebut, pada pesawat Airbus seri Fly By Wire (selanjutnya di sebut A3xx) ada 2 radio altimeter (RA) yang terpasang. Kedua radio altimeter ini memberikan informasi ketinggian pesawat dari daratan ke beberapa sistem. Jika ada kerusakan pada salah satu radio altimeter, maka radio altimeter (RA) yang lain akan menggantikan. Yang menjadi masalah adalah jika salah satu radio altimeter menghasilkan informasi yang salah, maka sistem akan menganggap radio altimeter tersebut normal. Padahal sebenarnya RA tersebut rusak. Beberapa sistem yang terkait antara lain:
Auto Pilot dan Auto Thrust Pada waktu auto pilot dinyalakan, A/THR yang aktif akan menggunakan radio altimeter yang sama dengan yang digunakan oleh auto pilot. Dalam hal ini contohnya jika AP 2 aktif, maka A/THR 2 juga akan aktif, dan A/THR akan menggunakan RA 2. Jika kedua AP aktif (AP 1 & AP2 ON), maka A/THR yang aktif akan menggunakan RA yang digunakan oleh AP master. Kedua AP ON hanya bisa dilakukan pada waktu aktifnya/armed:
TWAS/EGPWS TWAS/EGPWS menerima sinyal hanya dari RA 1. Audio Indicator Sedangkan semua peringatan audio (audio warning), menerima informasi dari RA 1, tapi jika ada kerusakan di RA 1 yang terdeteksi, maka RA 2 akan berfungsi sebagai cadangan(back up). Konsekuensi pada penerbangan Semua kaitan di atas mempunyai konsekuensi jika terjadi kerusakan pada radio altimeter. Kerusakan total pada salah satu radio altimeter akan mudah diketahui, tapi kerusakan yang hanya berupa indikasi yang salah akan berbahaya karena mungkin penerbang tidak menyadarinya seperti yang terjadi pada kecelakaan Turkish Airlines. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah:
Jika Auto Pilot On pada waktu LOC/GS dan terjadi informasi palsu dari RA yang lebih rendah dari ketinggian sebenarnya, maka kemungkinan akan terjadi hal di bawah ini sebagai tambahan dari poin-poin di atas: A319/320/321
Rekomendasi untuk engineering, jika terjadi hal-hal di atas adalah membersihkan antena RA dan daerah sekitarnya. Jika terjadi lagi di penerbangan berikutnya maka antena RA harus diganti dan kabel coaxial yang menghubungkan antena harus diperiksa. Jika tidak normal maka kabel tersebut harus diperbaiki atau di ganti. Informasi yang lengkap dapat di download di airbusworld.com bagi perusahaan pelanggan Airbus yang terdaftar.
|
|
| Terakhir Diperbaharui Jumat, 29 Mei 2009 14:31 |
Berikan komentar anda dan membuat diskusi terbuka di group www.ilmuterbang.com di: |