| Clearance Readback |
| Ditulis oleh Fadjar Nugroho | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jumat, 16 Oktober 2009 10:39 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pada percakapan antara penerbang Emprit 101 dan ATC di bawah ini, anda dapat melihat bahwa ada bagian instruksi ATC yang dibaca ulang (readback) oleh penerbang dan ada juga yang tidak diulang.
Readback berguna agar ATC mengetahui bahwa informasi atau instruksi yang disampaikan di mengerti dan dilakukan dengan benar oleh penerbang. Banyak kasus di mana readback yang salah mengakibatkan kecelakaan penerbangan. Selain readback yang salah oleh penerbang, kecelakaan juga bisa terjadi jika penerbang salah mendengar instruksi ATC dan readbacknya juga salah.
Pada contoh percakapan di atas, penerbang salah mendengar instruksi ATC, dan dengan segera ATC melakukan koreksi dengan mengulangi instruksinya. Bagaimana jika ATC tidak mendengarkan readback yang dilakukan oleh penerbang? Akibatnya bisa fatal. Dalam contoh di atas, kemungkinan ATC memberikan instruksi untuk belok 10 derajat ke kiri, karena mungkin ada pesawat lain di sebelah kanan pesawat Emprit 101. Penerbang yang salah mendengar, akan membelokkan pesawatnya ke kanan sebanyak sepuluh derajat jika ATC tidak mengulangi instruksinya. Akibatnya akan fatal jika tidak ada koreksi dari ATC. Bisa terjadi tabrakan karena Emprit 101 bukannya menjauh dari pesawat di sebelah kanannya sebaliknya malah mendekat. Kejadian di atas akan diperburuk jika penerbang menjawab dengan kata ROGER. Coba anda simak percakapan dibawah ini:
Percakapan di atas ini adalah salah, karena penerbang menjawab dengan kata roger yang berarti acknowledged/“saya mengerti”. Padahal dari contoh sebelumnya, pemahaman yang diterima penerbang adalah berbeda dengan instruksi ATC. Jadi kata Roger tidak bisa dipakai untuk menjawab instruksi ATC yang wajib di readback. Penerbang harus melakukan readback untuk hal-hal di bawah ini:
Pengucapan nomor landasan Dalam sebuah clearance atau instruksi, pengucapan nomor landasan adalah sangat penting, apalagi dalam sebuah bandar udara yang memiliki landasan lebih dari satu seperti bandar udara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Clearance yang diberikan pada sebuah pesawat di landasan yang berbeda bisa saja sekilas terdengar seperti sebuah clearance untuk pesawat lain. Contoh: Emprit 101 dan Gagak 101, berada di landasan yang berbeda, bersiap-siap untuk tinggal landas menunggu clearance dari Control Tower. Emprit Airlines 101 berada di landasan 25R (Right) dan Gagak 101 berada di landasan 25L (Left), maka jika ATC memberi clearance untuk Gagak 101 untuk take off, maka mungkin tanpa sadar Emprit 101 juga akan juga menjawab clearance tersebut karena nomor penerbangan yang sama dan menunggu di nomor landasan yang hampir sama.
Emprit 101 melakukan beberapa kesalahan:
Jika ATC tidak mendengarkan readbacknya maka kedua pesawat akan lepas landas bersamaan dan dapat bertabrakan di udara.
CPDLC (Controller Pilot Data Link Communications) CPDLC adalah komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan komunikasi data dan dilakukan melalui sebuah alat berupa minimal sebuah alat ketik dan sebuah display/tampilan. Clearance dan instruksi ATC yang diberikan dengan menggunakan CPDLC tidak harus di readback karena tertulis, kecuali jika diminta oleh ATC atau diharuskan oleh prosedur di area tersebut. Prosedur untuk komunikasi CPDLC ada di Annex 10, Volume II and the PANS-ATM, Chapter 14.
TCAS (Traffic Collision and Avoidance System) Pada waktu ATC memberi instruksi dan pada saat yang bersamaan penerbang mendapat perintah yang berlawanan dari alat TCAS, maka perintah TCAS didahulukan dan setelah itu penerbang harus memberi tahu ATC.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Terakhir Diperbaharui Jumat, 16 Oktober 2009 13:42 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Berikan komentar anda dan membuat diskusi terbuka di group www.ilmuterbang.com di: |