Clearance Readback

Pada percakapan antara penerbang Emprit 101 dan ATC di bawah ini, anda dapat melihat bahwa ada bagian instruksi ATC yang dibaca ulang (readback) oleh penerbang dan ada juga yang tidak diulang.

Jakarta Approach

: Emprit 101, you have traffic same altitude 10 miles 3 o'clock, Descend ONE ZERO THOUSAND feet on QNH 1011

Emprit 101

: Descend ONE ZERO THOUSAND feet, 1011, traffic in sight, Emprit 101

 
Readback berguna agar ATC mengetahui bahwa informasi atau instruksi yang disampaikan di mengerti dan dilakukan dengan benar oleh penerbang.

Banyak kasus di mana readback yang salah mengakibatkan kecelakaan penerbangan. Selain readback yang salah oleh penerbang, kecelakaan juga bisa terjadi jika penerbang salah mendengar instruksi ATC dan readbacknya juga salah.

Contohnya:

ATC

: Emprit 101, turn LEFT TEN Degrees

Emprit 101

: turn RIGHT TEN Degrees, emprit 101

ATC

: Negative, I say again turn LEFT TEN Degrees

Emprit 101

: turn LEFT TEN Degrees, emprit 101

 
Pada contoh percakapan di atas, penerbang salah mendengar instruksi ATC, dan dengan segera ATC melakukan koreksi dengan mengulangi instruksinya.
 
Bagaimana jika ATC tidak mendengarkan readback yang dilakukan oleh penerbang? Akibatnya bisa fatal. Dalam contoh di atas, kemungkinan ATC memberikan instruksi untuk belok 10 derajat ke kiri, karena mungkin ada pesawat lain di sebelah kanan pesawat Emprit 101.
 
Penerbang yang salah mendengar, akan membelokkan pesawatnya ke kanan sebanyak sepuluh derajat jika ATC tidak mengulangi instruksinya. Akibatnya akan fatal jika tidak ada koreksi dari ATC. Bisa terjadi tabrakan karena Emprit 101 bukannya menjauh dari pesawat di sebelah kanannya sebaliknya malah mendekat.
 
Kejadian di atas akan diperburuk jika penerbang menjawab dengan kata ROGER. Coba anda simak percakapan dibawah ini:
 

ATC

: Emprit 101, turn LEFT TEN Degrees

Emprit 101

: Roger

 
Percakapan di atas ini adalah salah, karena penerbang menjawab dengan kata roger yang berarti acknowledged/“saya mengerti”. Padahal dari contoh sebelumnya, pemahaman yang diterima penerbang adalah berbeda dengan instruksi ATC.
Jadi kata Roger tidak bisa dipakai untuk menjawab instruksi ATC yang wajib di readback.
 
Penerbang harus melakukan readback untuk hal-hal di bawah ini:
 
 

Clearances atau instruksi ATC

 

Contoh

ATC route clearances;

Clear W45 to Bravo Alpha then W12

clearances dan instruksi untuk memasuki landasan, mendarat dan lepas landas dari landasan, berhenti sebelum landasan, menyeberangi landasan, taxi atau backtrack di landasan

 

- CLEAR LINE UP and HOLD Runway 12

- CLEAR TO LAND Runway 25L

- CLEAR TAKE OFF Runway 25L

- HOLD SHORT Runway 34

- CLEAR TO CROSS Runway 34

- TAXI Runway 07R and CROSS on NP1

- CLEAR BACKTRACK Runway 27

landasan yang sedang digunakan/ runway-in-use

Runway in use Rwy 25

altimeter settings,

Altimeter 1012

SSR codes,

Transponder/Squawk code 1124

level instructions, heading and speed instructions

CLEAR DESCEND FLIGHT LEVEL 150, HEADING 090, SPEED 250 Knots

transition levels, baik diberikan oleh ATC maupun terdapat dalam ATIS

Transition level Flight Level 90

 

Pengucapan nomor landasan
Dalam sebuah clearance atau instruksi, pengucapan nomor landasan adalah sangat penting, apalagi dalam sebuah bandar udara yang memiliki landasan lebih dari satu seperti bandar udara Soekarno-Hatta di Cengkareng.
 
Clearance yang diberikan pada sebuah pesawat di landasan yang berbeda bisa saja sekilas terdengar seperti sebuah clearance untuk pesawat lain.
 
Contoh:
Emprit 101 dan Gagak 101, berada di landasan yang berbeda, bersiap-siap untuk tinggal landas menunggu clearance dari Control Tower.
 
Emprit Airlines 101 berada di landasan 25R (Right) dan Gagak 101 berada di landasan 25L (Left), maka jika ATC memberi clearance untuk Gagak 101 untuk take off, maka mungkin tanpa sadar Emprit 101 juga akan juga menjawab clearance tersebut karena nomor penerbangan yang sama dan menunggu di nomor landasan yang hampir sama.
 

Tower

: Gagak 101, CLEAR TAKE OFF Runway 25L

Emprit 101

: Clear take off runway 25R

Emprit 101 melakukan kesalahan, karena instruksinya bukan untuk Emprit Airlines melainkan untuk Gagak Airlines,

dan pada saat yang bersamaan,

Gagak 101

: Clear take off runway 25L, Gagak 101

 
Emprit 101 melakukan beberapa kesalahan:
  • Readback tanpa menyebutkan callsignnya, sehingga ATC tidak tahu siapa yang me-readback instruksinya
  • Readback instruksi yang bukan untuk dirinya

Jika ATC tidak mendengarkan readbacknya maka kedua pesawat akan lepas landas bersamaan dan dapat bertabrakan di udara.

 
CPDLC (Controller Pilot Data Link Communications)
CPDLC adalah komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan komunikasi data dan dilakukan melalui sebuah alat berupa minimal sebuah alat ketik dan sebuah display/tampilan.
 
Clearance dan instruksi ATC yang diberikan dengan menggunakan CPDLC tidak harus di readback karena tertulis, kecuali jika diminta oleh ATC atau diharuskan oleh prosedur di area tersebut.
 

Prosedur untuk komunikasi CPDLC ada di Annex 10, Volume II and the PANS-ATM, Chapter 14.

TCAS (Traffic Collision and Avoidance System)
 

Pada waktu ATC memberi instruksi dan pada saat yang bersamaan penerbang mendapat perintah yang berlawanan dari alat TCAS, maka perintah TCAS didahulukan dan setelah itu penerbang harus memberi tahu ATC.

 

ATC

: Emprit 101, CLIMB 7500 feet

TCAS

: TRAFFIC, TRAFFIC, DESCEND, DESCEND

 

penerbang langsung turun mengikuti perintah alat TCAS, tidak mengikuti instruksi ATC

Emprit 101

: Emprit 101, TCAS RA (memberi tahu ATC bahwa sedang mengikuti perintah alat TCAS)

ATC

: Roger

 
 

Readback of Clearances

 

The flight crew shall read back to the air traffic controller safety-related parts of ATC clearances and instructions which are transmitted by voice. The following items shall always be read back:

  • ATC route clearances;
  • clearances and instructions to enter, land on, take off from, hold short of, cross, taxi and backtrack on any runway; and
  • runway-in-use, altimeter settings, SSR codes, level instructions, heading and speed instructions and, whether issued by the controller or contained in automatic terminal information service (ATIS) broadcasts, transition levels.
 
NOTE: If the level of an aircraft is reported in relation to standard pressure 1 013.2 hPa, the words “FLIGHT LEVEL” precede the level figures. If the level of the aircraft is reported in relation to QNH/QFE, the figures are followed by the word “METRES” or "FEET”, as appropriate.
 
Other clearances or instructions, including conditional clearances, shall be read back or acknowledged in a manner to clearly indicate that they have been understood and will be complied with.
 
The controller shall listen to the readback to ascertain that the clearance or instruction has been correctly acknowledged by the flight crew and shall take immediate action to correct any discrepancies revealed by the readback.
 
Unless specified by the appropriate ATS authority, voice readback of controller-pilot data link communications (CPDLC) messages shall not be required.
 

 
 

 

 

 

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top